4 May 2020

[Diari Santri] Sampo Kecap


Santri mana yang tidak kenal dengan istilah ghasab. Sepertinya setiap santri sudah mafhum dengan istilah yang satu ini. Ghasab sendiri adalah istilah untuk menyebut seseorang yang memakai atau menggunakan barang milik orang lain tanpa seizin pemiliknya. Dan lelakuan tidak beradab ini sering terjadi di pondok pesantren. Tentunya nggak semua santri lho ya, hanya ada beberapa santri badung binti bandel yang melakukan ghasab. Termasuk penulis sendiri sudah sering menjadi korban ghasab. Memang sih nggak separah pencurian, tapi tetap saja bikin jengkel dan makan hati.
Banyak sekali barang yang biasa dighasab oleh santri bandel. Mulai dari sendal, handuk, peralatan mandi hingga baju sekalipun.
Pernah suatu hari saya kelabakan mencari sendal yang tiba-tiba raib dari depan masjid. Eh, usut punya usut ternyata sendal saya sudah jalan duluan ke asrama. Pasti ada yang menghasab. Marah nian hati ini.
Banyak sekali kejadian menggelikan sekaligus miris terkait kelakukan buruk yang satu ini. Seperti yang dialami sahabat saya Wendi yang dengan pedenya menghasab sendal Pak Kyai dari halaman masjid. Dia kira itu sendal santri yang seenaknya bisa dia ghasab. Hehe
Akhirnya, setelah selesai wirid, pak Kyai kelabakan nyari sendalnya yang raib secara tiba-tiba. Dan setelah diusut dari hulu ke hilir dan ditanya kesana kemari, maka diketahuilah bahwa pelakunya adalah si Wendi. Apes nian nasibmu, Wendi.
Mungkin kamu bertanya-tanya, kok bisa sih ada santri yang memakai sendal orang lain. Apakah dia tidak punya sandal? Well, bisa jadi dia tidak punya sandal karena sandalnya hilang atau putus. Dan mungkin bisa jadi tiap minggu selalu ada santri yang sendalnya putus atau hilang. Bisa jadi, ini hanya asumsi. Sementara jumlah santri di asrama ada ratusan. Nah, ketika ada satu orang yang sendalnya hilang, maka dia akan memakai sendal punya orang lain ketika berangkat ke masjid atau ke kelas, dan si korban akan mencari korban yang lainnya untuk dia embat sendalnya. Istilahnya, siapa cepat dia dapat. Satu untuk semua. Udah kayak semboyan salasatu stasiun televisi swasta aja ya. Hehe
Nah, ada lagi kisah seru yang pernah aku alami. Kali ini tentang kasus ghasab peralatan mandi.
Alkisah, aku sudah membeli sampo urang-aring yang berwarna hitam itu. Biar rambutku hitam berkilau kayak di iklan. Witwiww.. hingga kemudian ada satu fenomena aneh tentang sampo urang-aring punyaku ini. Anehnya, kenapa sampoku cepat habis. Baru dipakai tiga hari kok udah habis hingga tetes terakhir. Aku punya firasat, jangan-jangan sampo urang-aringku dighasab orang lain.
Jiwa detektifku terpanggil. ‘Aku harus mengetahui siapa pelakunya.’ Begitu pikirku saat itu
Akhirnya, diam-diam aku selalu mengawasi gayung tempat peralatan mandiku. Kira-kira siapa yang berani mengembat sampoku ya. Dan, jeng-jeng! Akhirnya aku mengetahui siapa pelakunya setelah melakukan pengintaian yang dramatis. Dia Dani. Seniorku.
Tanpa pikir panjang, aku segera mengisi botol sampo urang-aringku dengan kecap hitam kedelai sebanyak tiga sachet. Ada seringai puas yang bertengger di bibirku demi membayangkan si Dani yang sampoan tapi ternyata samponya bau kecap dan tidak berbusa sama sekali. Dan, mulai saat itu aku selalu menunggu moment paling indah dalam hidupku.
Tepat suatu sore yang damai, si Dani datang dengan keringat yang membanjiri tubuh atletisnya. Hm, tampaknya dia sehabis latihan voley. Dan bisa ditebak kan, dia langsung pergi ke kamar mandi dengan terlebih dahulu mengambil botol sampo urang-aringku tanpa beban. Sementara aku hanya rebahan di ranjang asrama sembari membaca novel selundupan dengan senyum di kulum. Btw, tentang novel selundupan, aku akan mengulasnya nanti ya.
Dari ranjang penantian ini, aku mendengar senandung si Dani yang sedang gebyar-gebyur di kamar mandi. Hingga pada akhirnya aku mendengar teriakannya.
“Ahhh....dasar rese! Kok samponya nggak berbusa sih!”
Aku tertawa sepuas-puasnya. Seakan-akan tawa itu adalah titip orgasme paling memuaskan dalam hidupku
“Anjir kecap!” sayup-sayup aku mendengar gerutuan kedua si Dani dari arah kamar mandi.
“Rasakan pembalasanku!!!” seruku dengan tatapan dendam ala-ala mertua jahat di sinetron.

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment