30 Mar 2026

Syiah Iran dan Syiah 'London', Kenali Perbedaannya

 

Disclaimer: Mohon baca sampai selesai untuk menghindari kesalahpahaman terhadap manhaj yg dipegang penulis! 

1.1 PENDAHULUAN

Selama ini, ketika isu pertentangan Sunni dan Syi'ah menggejala, terutama di media sosial banyak bertebaran potongan-potongan video yang memperlihatkan ulama Syiah yang mencaci maki, mencerca dan menodai kehormatan para sahabat nabi dan kaum Sunni. Kemudian video itu dilengkapi dengan caption yang mengindikasikan kafirnya para sahabat dan Sunni di dalam keyakinan Syi'ah. 

Sementara, Syi'ah yang merasa 'dipojokan' oleh potongan-potongan video itu membantah dengan keras apa yang disampaikan di narasi tersebut. Mereka menjelaskan bahwa ulama Syi'ah yang ada di video itu adalah Syi'ah jaringan sadeq shirazy yang ada di London atau seringkali disebut dengan istilah Syi'ah London. Sementara Syi'ah moderat yang tetap mengedepankan persaudaraan dengan Sunni ada di barisan Syi'ah Iran. Konon, menurut keterangan mereka, keduanya sangat berbeda dan bahkan saling memusuhi dan menyindir satu sama lain.

 Klaim ini ternyata bukan omong kosong. Ketika penulis berpura-pura menjadi orang Syi'ah dan masuk ke grup internal syiah di Facebook, dua aliran ini bersiteng satu sama lain. 

Sebagai contoh kasus: Ketika film 'The Lady of Heaven' release, orang-orang Syi'ah penduduk Khamenei sangat berang. FYI, Film ini menceritakan kisah Fatimah dari sudut pandang Syi'ah. Diproduksi oleh komunitas Syi'ah London. Isinya sangat menistakan para sahabat dan Aisyah. Orang Syi'ah pro Iran sangat tidak setuju dengan penayangan film tersebut karena dianggap mencederai perasaan saudara Sunni mereka. 

1.2 PERBEDAAN SYI'AH IRAN DAN SYI'AH LONDON

Istilah “Syiah Iran” dan “Syiah London” sebenarnya bukan dua mazhab teologi yang berbeda. Keduanya tetap berada dalam arus Syiah Imamiyah (Twelver). Perbedaannya lebih pada sikap politik, pendekatan dakwah, dan posisi terhadap konflik Sunni–Syiah serta negara Iran.

“Syiah Iran” biasanya merujuk pada Syiah yang mengikuti garis ulama dan negara di Iran, khususnya kepemimpinan Ayatollah seperti Ali Khamenei.

Ciri utamanya adalah mereka mendukung konsep Wilayat al-Faqih. Artinya ulama (faqih) memimpin negara dan masyarakat. Sistem ini menjadi dasar negara Iran.

"Syiah Iran juga menekankan persatuan Sunni–Syiah. Ulama Iran sering melarang penghinaan kepada sahabat Nabi atau istri Nabi demi menghindari konflik sektarian antara Sunni-Syiah.

"Syiah Iran" menganggap Syi'ah sebagai ideologi politik dan negara. Di Iran, Syiah bukan hanya agama tetapi juga sistem politik dan identitas negara. 

"Syiah Iran" Anti Barat dan anti dominasi Barat. Narasi politiknya sering menentang pengaruh Amerika dan sekutunya di Timur Tengah.

“Syiah London” adalah istilah politik dan polemik, bukan nama mazhab resmi. Istilah ini sering dipakai oleh ulama Iran untuk menyebut kelompok Syiah yang berbasis media atau aktivitas di Inggris, terutama yang terkait dengan jaringan ulama seperti Sadeq Shirazi. 

Syi'ah London memiliki sikap yang bertolak belakang dengan Syi'ah Iran. Mereka sangat keras terhadap tokoh Sunni. Mereka sering secara terbuka mengkritik atau menghina sahabat Nabi dan figur Sunni. Kelompok ini memperlihatkan diri pada identitas sektarian. Retorika mereka dianggap oleh Iran bisa memperuncing konflik Sunni–Syiah.

Mereka juga tidak mendukung pemerintah Iran. Bahkan sering mengkritik sistem politik Iran.

Mereka banyak menggunakan media satelit dari Inggris. Beberapa televisi dan pusat dakwahnya berada di Inggris sehingga muncul label “London Shia” dan oleh Syi'ah Iran dianggap sebagai agen barat untuk memecah belah umat islam. 

Meski begitu, tidak semua Syiah di London termasuk “Syiah London”. Banyak komunitas Syiah di Inggris yang tetap mengikuti ulama Iran atau ulama Irak.

Kesimpulannya: secara keyakinan mereka sama, akan tetapi secara sikap politik mereka berbeda. 

1.2 KEDUANYA TETAP SESAT DALAM PANDANGAN SYARIAT

Meskipun keduanya memiliki perbedaan yang mencolok dan kentara, akan tetapi saya tetap konsisten pada keyakinan bahwa baik Syi'ah Iran atau Syi'ah London sama-sama sesat dalam timbangan syariat dengan beberapa pertimbangan berikut:

1. Keduanya masih dalam satu aliran teologi yang sama, yakni Syi'ah Imam dua belas. Sementara banyak ajaran-ajaran Syi'ah Imam dua belas yang sangat menyimpang dari pemahaman islam yang shahih.

2. Dalam menyikapi larangan mencela para sahabat dan figur Sunni, yang bahkan difatwakan secara langsung oleh Imam tertinggi mereka, kita layak mengapresiasi hal itu. Hal ini mungkin tak lepas dari konsep tasamuh atau toleransi untuk menghindari kemudharatan. 

Hanya saja, ada satu hal yang perlu dicatat: penghindaran mereka pada menodai kehormatan sahabat hanya  berlaku di hadapan saudaranya yang Sunni sebagai sikap toleransi. Sementara di perkumpulan internal, mereka tetap mencaci sahabat. Atau jika pun tidak, paling tidak hati mereka menyimpan rasa tidak suka itu kepada para sahabat Nabi. 

Ini bukan dugaan pribadi. Saya pernah pura-pura menjadi seorang Syi'ah dan bergabung ke grup internal mereka. Saya menemukan banyak percakapan yang isinya penodaan terhadap para sahabat di grup tersebut. Saya juga pernah memiliki kenalan penganut Syiah asal Iran yang secara konsisten mengirimi saya link 'doktrin' tentang "kecacatan" para sahabat secara frontal kepada saya.

1.5 KEMANUSIAAN DAN KEADILAN ADALAH SEGALANYA 

Dalam menyikapi Syi'ah, saya tidak serta merta menganggap kesesatan ajaran Syi'ah sebagai justifikasi untuk:

Memusuhi mereka
Menganggap orang-orang Syi'ah semua jahat
Menganggap mereka manusia-manusia cacat nurani

Tidak. Itu bukan sikap yang bijak. Orang Syi'ah itu ya mayoritas manusia biasa sama seperti kita. Apa pun keyakinannya, manusia tetaplah manusia yang memiliki kesamaan. 

Andai kamu jalan-jalan ke Iran, kamu mungkin akan disambut dengan semringah dan dimuliakan sebagai tamu. Apa iya kamu akan menolak keramahan itu dengan dalih: mereka Syi'ah, mereka kaf1r, mereka sedang taqiyah. Noo.

Saya pernah berkenalan dengan orang Syi'ah etnis Hazara di Afghanistan meski hanya virtual. Mereka sangat sopan dan baik. Bahkan ketika obrolan menyerempet soal perselisihan Sunni dan Syi'ah, teman saya ini menghindar dan membelokan obrolan ke tema yang lain, 'Aku bosan dengan perselisihan,' begitulah pengakuannya padaku. Dan AKU TAKJUB. 

Kupikir, muamalah dengan orang Syi'ah sah-sah saja dalam batas normal layaknya interaksi antar manusia meski mereka menodai kehormatan sahabat. Sebagaimana layaknya bagi muslim berinteraksi dengan non muslim yang menodai kehormatan Allah karena menganggap Allah punya anak, misalnya. Naudzubillah.

Dan, sikap tidak mengkafirkan orang Syi'ah secara individual tapi menyesatkan secara ajaran jangan dinyinyirin. Karena ada yang beranggapan para pemeluk Syi'ah awam hanya sebatas tahu islam itu Syi'ah. Dan masyarakat awam bisa saja dianggap ahlu fatrah yang belum sampai hujjah islam yang shahih kepada mereka.




Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment