3 May 2020

[Balada Suami Istri Koplak] Doa Sebelum Tidur


POV SARDI
Tingkah lucu si ikal memang tidak pernah ada habisnya. Bukan lucu sih, lebih tepatnya tingkah konyol nan menjengkelkan. Itu sih menurut si Mila. seperti kejadian sore kali ini. Alkisah (kayak mau mendongeng aja ya) kami bertiga sedang berkumpul di ruang keluarga sembari menonton reality show di televisi kami.
“Mah, tadi siang Ikal dites sama bu Ustadzah.”
“Wah, di tes apa sih Kal. Dites hafalan sholat atau bacaan surat-surat pendek. Ikal sudah hafal kan bacaan sholat?”
“Sudah ma. Tapi bukan. Ikal nggak ditanya bacaan sholat. Ikal dites hafalan doa harian.”
“ikal bisa jawab?”
“Bisa dong.” Jawab Ikal dengan nada bangga.
Jujur, aku sih percaya si Ikal lulus tes bacaan doa-doa harian sebagaimana pengakuannya. Tapi akan jauh lebih percaya jika saat ini aku mencoba untuk menguji anakku dengan beberapa pertanyaan.
‘Nah, biar papa lebih percaya, gimana kalau papa tes lagi sekarang. Mau kan?” tanyaku kepada si Ikal.
“Mau pa. Coba kasih ikal pertanyaan.” Jawab Ikal sumringah. Dia sudah duduk tersimpuh dan khusyu untuk mendengarkan pertanyaan yang akan aku ajukan. Sementara si Mila hanya tersenyum simpul di sampingku.
“Coba sebutkan doa masuk WC.” Pintaku kepada si Ikal.
"Allahumma Inni A'uu dzubika minal khubutsi wal khobaiz" jawab si Ikal dengan benar.
“Seratus!!” timpal Mila disertai tepuk tangan. Betapa bangga dia punya anak sepintar Ikal. Ya, meski kadang menjengkelkan, tapi ternyata anak kami ini anak yang sholeh, baik hati dan tidak sombong. Eheheh
“Sekarang pertanyaan kedua, coba sebutkan doa ketika bercermin!”
Dengan lantang, Ikal membaca, "Allahumma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii"
“Nah, kalo Ikal bercermin, jangan lupa baca doanya ya. Jangan Cuma hafal doang, tapi nggak pernah diamalin.” Timpal Mila di sampingku.
Si Ikal mengangguk takzim.
“Nah, sekarang pertanyaan ketiga. Coba sebutkan doa mau tidur.
Dengan lantang si Ikal membaca, “Bismillahi Allaahumma Jannibnaas syaithaana wa Jannibis syaithaana maa razaqtanaa...."
Aku dan Mila langsung terjengit dan meloncat dari sofa saking kagetnya. Aku kan nggak salah ngasih pertanyaan kan? Kenapa dia malah membaca doa sebelum berhubungan suami istri. wah bahaya ini.
“Ikal? Emang bu ustadzah ngajarin doa mau tidur, bacaannya seperti itu?”
Si Ikal mengelengkan kepala. “Nggak ma. Ikal belum belajar doa sebelum tidur sama bu Ustadzah. Teman-teman katanya udah hafal semua. Tapi dulu kan Ikal sakit ketika bu ustadzah ngajarin doanya di TPA.”
Aku mengangguk paham. Memang pekan kemarin Ikal sempat sakit dua hari sehingga tidak ngaji di TPA. Mungkin bertepatan ketika bu Ustadzah mengajari anak-anak doa sebelum tidur. Pantas saja, Ikal belum tau doa sebelum tidur, tapi tahu doa-doa lainnya. kemudian timbul pertanyaan, “Terus, kamu dapet doa itu darimana?”
Si Ikal menatapku dengan tatapan heran, “Lho, dia ini kan ayah tempel dekat tempat tidur. Ikal denger tiap malam ayah selalu membacanya.”
Haaaaahhhhh...?” aku dan Mila koor ‘berhah’ secara bersamaan. Kemudian setelah itu aku hanya bisa tepok jidat.
"Kemarin malam papa baca doa sebelum tidur tiga kali ya. Emangnya harus berapa kali sih pa?” tuh kan, sudah bisa ketebak. Pertanyaan si Ikal pasti beranak. Sudah kubilang di serial sebelumnya, si Ikal ini memang mirip sherlock holmes. Tapi pertanyaannya bikin jengkel tujuh keliling.
“Muka si Mila sudah merah padam bak kepiting rebus. Sedetik kemudian dia mencubit lenganku dengan keras sembari berbisik. “Makanya! Doanya dihafal, jangan ditempel. Gini akibatnya!”
“Iya...iya...”
Kemudian si Mila mengalihkan pandangannya kepada si sherlock holmes kecil yang menantikan jawaban. Lihatlah, seakan-akan di kedua bola matanya yang kecil menari-nari seribu tanda tanya.
“Ikal sayang, doa itu khusus dibaca papa saja. Nggak boleh dibaca sama anak kecil.”
“Oh, jadi doa mau tidur anak-anak sama dewasa beda ya ma.”
‘Iya, sayang. Beda. Jadi Ikal baca doa mau tidur khusus anak-anak saja. Nanti mama ajarin ya.”
“Oh, tapi kok ustadzah nggak bilang itu doa mau tidur buat orang dewasa ma.”
“Apa?” Jadi bu ustadzah ngasih pertanyaan yang sama?” kali ini aku terlonjak untuk yang kedua kalinya.
“Iya Pak. Karena Ikal nggak tau, ya udah, ikal baca doa tadi.”
“Terus apa kata bu Ustadzah?”
“Bu Ustadzah hanya geleng-geleng kepala.”

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment