25 Apr 2020

Kisah Tragis Nikah Mut'ah Ala Syiah: Ayah Gauli Anak Kandung


Orang yang berakal sudah barang tentu akan menolak ajaran syiah yang sesat dan menyesatkan. Orang yang berakal dan beragama sudah barang tentu tidak akan ragu untuk menyatakan bahwa syiah itu bukan bagian dari islam. Meski saya pribadi tidak bisa mengkafirkan semua ‘orang syiah.’ Tapi terkait ajaran syiah, tidak ada tawar menawar. Hanya saja, untuk urusan hati, saya tidak bisa menghakimi.
Diantara hal yang paling menjijikan dari ajaran syiah adalah adanya syariat kawin kontrak. Yang konon katanya, jika seseorang melakukan nikah mut’ah (baca: kawin kontrak] empat kali, maka derajatnya sama dengan derajat Rasulullah saw. Itu ditulis di dalam kitab al-kafi. Kitab pegangan orang syiah yang jika dibandingkan dengan sunni, dalam pandangan mereka setaraf dengan kitab shahih bukhari dan muslim. Isinya tak lebih dari hadits-hadits palsu orang syiah.
Ada kisah tragis terkait pernikahan mut’ah yang ditulis di dalam buku ‘Mengapa Saya keluar dari Syiah’ yang ditulis oleh seorang mantan syiah bernama Sayid Husein al-Musawi. Buku tersebut telah diterjemahkan di dalam bahasa indonesia dan diterbitkan oleh penerbit  al-Kautsar
Di dalam bukunya, al-Musawi memaparkan sebuah kisah tentang seorang ulama syiah bernama al-Sadr yang menikah mut’ah dengan seorang gadis. Sehingga dari pernikahan mut’ah tersebut, gadis tersebut hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.
Selang dua puluh tahun kemudian, bayi perempuan tersebut sudah tumbuh besar menjadi gadis yang cantik jelita. Dan anak tersebut belum pernah bertemu dengan ayah biologisnya. Sebaliknya, sang ibu juga tidak berinisiatif untuk mencari mantan suaminya atau memperkenalkan sang anak dengan ayahnya.
Dan hal yang mengejutkan terjadi ketika gadis itu datang pulang dengan perut yang sudah bengkak. Ia hamil. Kemudian sang ibu bertanya, “Apa yang terjadi?”
“Saya melakukan mut’ah.” Jawab anaknya
“Dengan siapa?” tanya sang ibu penasaran,
“dengan syaikh Sadr.” Jawab anaknya tanpa punya firasat apa-apa.
Sang ibu langsung shock bukan alang kepalang sembari berteriak. “Dia itu ayahmu!!!”
Begitulah. Nikah mut’ah tak lebih dari pelacuran dan perzinaan yang dibungkus oleh baju agama versi syiah.
Jika kamu ingin tahu bagaimana bejatnya bisnis seks ala syiah ini, kamu bisa baca investigasi ekslusif BBC dengan judul ‘Sejumlah ulama Irak melacurkan gadis-gadis tak berdaya dalam skema kawin kontrak’ di mesin pencarian google atau youtube.
Jika sudah tahu begini, masihkah kita ragu mengatakan syiah itu sesat?

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment