25 Apr 2020

Ibuku Seorang Pembohong


Ketika aku kecil, ibu sering sekali membohongiku.
Ketika waktu makan tiba, ibu seringkali bilang, “Makanlah nak, emak belum lapar.”
Ketika ada lauk pauk yang lebih mewah dari biasanya, ibu selalu bilang kepadaku, “makanlah nak, Emak tidak suka ikan/ayam.”
Ketika aku sakit, di tengah malam yang sepi, ibu selalu bangun dan mengeloniku sembari berkata, “Tidurlah nak, emak belum ngantuk.”
Dan sekarang, ketika aku sudah dewasa dan sudah bisa bekerja sendiri, memiliki penghasilan meski tidak seberapa, ibu selalu bilang, “uangnya ditabung aja nak, simpan buat keperluan hidupmu. Emak masih punya uang. Jangan khawatir.” Itu yang selalu ia katakan ketika aku ingin memberikan sebagian uangku kepada emak.
Dan, ketika beliau sakit dan berbaring di ranjang, sementara aku menangis di sampingnya, emak justru tersenyum dan berkata, “Jangan nangis kasep, emak nggak kenapa-napa.”
Emak,
Keilkhlasan, pengorbanan dan cintamu kepadaku tidak pernah bisa aku hitung dan aku tebus meski dengan segunung emas sekalipun. Tak pernah bisa diganti dengan materi. Engkau selalu menganggapku anak kecil yang selalu membuatmu khawatir. Tapi engkau tidak pernah membiarkanku khawatir terhadap dirimu.
Mak, maafkan anakmu ini yang belum bisa memberikan kebahagiaan dan belum bisa memberikan bakti yang sempurna.
Doakan mak. Doakan semoga aku selalu bisa membuat emak tersenyum
Dan doakan anakmu ini semoga bisa membuatmu bahagia hingga ajal menjemput.

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment