Aku tergugu dalam merahnya senja
Ketika luruh helai demi helai bunga kamboja
Di atas tanah merahmu ayah
Yang baru kugali siang tadi
Kulihat mata senja yang memerah
Disana masih terlukis wajah bekumu
Wajah yang kulihat untuk terakhir kalinya
Saat kubuka kain putih yang menutup wajah teduhmu
Di sepenggal senja ini aku melihat semua Tentang ceritamu ayah
Biarlah ini senja penghabisan dalam hidupku
Aku bisa bercengkrama dalam bisu dan air mata
Ayah, aku tahu Air mata ini tidak akan bisa menggantikan semua kasihmu
Karangan bunga di pusara tidak akan bisa menggantikan cintamu
Senandung kepedihan ini hanyalah derita hatiku
Yang tak sempat mengucap kata perpisahan untukmu
Kini tak ada lagi semua senyummu
Tak ada lagi yang bisa memarahiku ketika aku salah
Dan semua tinggal kenangan demi kenangan
Yang tak mungkin kulupakan
Lihat ayah,
Senja telah kehilangan merahnya
Burung-burung senja pulang ke sangkarnya
Dan kesiut angin masih saja
Menjatuhkan helai demi helai bunga kamboja
Di atas pusaramu
Aku rela segenap jiwa
Walau kepedihan masih menyisakan duka
Tapi kutahu kita akan bertemu
Dan tuhan tak akan pernah menyia-nyiakan kita
Pangandaran, 4 juli 2013
husni mubarok
husnimubarok5593@gmail.com


No comments:
Post a Comment