Memang, wanita yang bertakwa itu wanita yang mampu Menjaga Kehormatan dan kemaluannya. Akan tetapi tidak setiap wanita yang tidak perawan kau anggap tak punya kehormatan. Barangkali ada wanita yang tak perawan karena kecelakaan dan pemerkosaan.
Ada wanita yang sudah tidak perawan karena tidak pandai menjaga diri dan kehormatan. Tapi kita tidak pernah tahu bahwa barangkali dia sudah bertaubat kepada Rabb-nya. Bahkan barangkali tangis penyesalannya jauh dicintai oleh Allah dibanding shalat kita.
Ada lelaki mengaku shaleh, hanya menilai baik buruk wanita dari selaput daranya. Padahal takwa seorang wanita tidak diukur oleh selaput dara. Toh banyak wanita yang tetap menjaga mahkotanya, tapi mengobral bibirnya untuk dic1ium, mengobral tubuhnya untuk diraba atas nama cinta dan mengobral auratnya kemana-mana. Soal keperawanan, dia memang menjaganya. Tapi dia tetap telah kehilangan satu hal: kehormatan.
Kehinaan seseorang bukan diukur dari bekas yang tersisa pada fisik, tapi pada sikapnya yang tidak mau kembali ke jalan benar. Ketakwaan pendosa diukur dari bagaimana ia kembali kepada Allah. Terlepas bagaimana masa lalunya.
Sah-sah saja seorang lelaki menginginkan wanita yang utuh dan perawan. Tapi dia juga harus yakin bahwa dirinya masih perjaka. Jika ada lelaki yang doyan cocol sana sini, kemudian giliran menikah ingin mendapatkan yang perawan, maka itu egoisme yang sangat keterlaluan.
Orang baik akan berjodoh dengan yang baik. Begitu juga sebaliknya.
Untuk perempuan yang pernah tersesat, kemudian bertaubat, jangan takut untuk menikah. Jika ada seorang lelaki belum pernah kawin yang mengawinimu, kemudian dia menggugat keperawananmu, maka katakan kepadanya, "Darimana kamu tahu aku perawan atau bukan? Bagaimana kamu bisa membedakan mana yang perawan mana yang bukan?" Itu artinya dia sudah pro dalam urusan ranjang. Kenapa pula harus menggugat keperawananmu jika dia sendiri jauh lebih bejat dari kamu.
Btw, yuk baca kisah 'Harga Keperawanan' di KBM App. Sudah tamat.


No comments:
Post a Comment