Ada pepatah mengatakan Jangan sepelekan hal kecil, karena
setiap hal besar hanya bisa dibangun dari kumpulan hal-hal kecil.
Marilah kita menyimak sebuah kisah yang menjadi perumpamaan
betapa hal-hal yang kecil dan sepele bisa berarti jika kita bisa memahaminya.
Dikisahkan ada seorang pria diminta mengecat sebuah perahu.
Ia pun mengecat perahu tersebut dengan warna yang sesuai dengan yang dipesan
pemiliknya.
Saat mengecat perahu itu, pria itu menemukan sebuah lubang
kecil di lambung perahu, kemudian ia menambalnya diam-diam. Begitu selesai
mengecat, ia terima upahnya dan pergi.
Tak lama berselang, pemilik perahu menemui lagi pria tersebut
dan memberinya cek yang nilainya sungguh fantastis. Di cek tersebut tertulis
nominal puluhan juta rupiah. Baru sekali dalam seumur hidupnya pria itu
memegang cek dengan jumlah nominal yang membuat tangannya gemetar.
Dengan suara yang bergetar, si tukang cat itu berkata kepada
pemilik perahu yang tempo hari dia bekerja kepadanya, “Anda sudah membayar upah
saya tuan.”
Maka si pemilik perahu berkata sembari tersenyum, “Tapi ini
bukan upah untuk mengecat. Ini karena Anda sudah menambal satu lubang di
lambung perahuku.”
"Ah! Itu kan cuma hal kecil. Itu tidak sebanding dengan
nilai nominal uang di cek ini.” Jawab si tukang cek sembari menyodorkan cek
tersebut. Dia berpikir si pemilik perahu itu sedang mempermainkan dirinya.
“Anda tidak perlu memberi saya uang sebanyak ini untuk
pekerjaan sekecil itu". Lanjut si
tukang cat.
Si pemilik perahu kembali tersenyum dan berkata, "Mungkin
anda tidak mengerti. Biar saya jelaskan.Saat saya minta anda mengecat kapal
itu, saya lupa memberi tahu tentang lubang tersebut. Ketika cat perahu sudah kering, anak-anak saya
langsung pergi memancing dengan naik perahu itu.
Mereka tidak tahu tentang lubang itu. sementara saya tidak
berada di rumah saat mereka pergi memancing. Ketika saya pulang dan menyadari mereka
telah membawa perahu itu pergi, saya jadi sangat khawatir karena saya tahu jika
perahu itu bocor. Saya membayangkan perahu itu tenggelam dengan anak-anak saya.
Mereka tidak bisa berenang. Apalagi di lautan yang berombak seperti itu. Hati
saya ketar ketir dan menangis membayangkannya. Saya segera berlari ke pantai.
Alangkah leganya saya ketika melihat mereka semua pulang
dengan selamat. Lalu saya mendapati bahwa Anda telah menambal lambung kapal
yang bocor itu. Anda telah menyelamatkan anak-anak saya! Yang sudah Anda
lakukan bukan hal kecil. Perbuatan Anda telah menyelamatkan nyawa orang lain.
Sesungguhnya saya tidak punya cukup uang untuk membayar kebaikan-mu itu.”
Ada pelajaran berharga dari kisah tersebut.
Pelajaran pertama, Teruslah menolong, meringankan beban orang
lain dan perbaikilah setiap "lubang" yg anda temukan. Anda tidak akan
pernah tahu kapan bantuan anda bermanfaat.
Pelajaran kedua, ketika kita memberikan kebaikan kepada orang
lain, maka kita akan menerima kebaikan yang serupa, bahkan kita akan menerima
balasan yang lebih baik lagi. Meskipun kebaikan itu hanyalah hal kecil dan
sepele.
Disadari atau tidak, kita sering membiasakan diri memandang
sebelah mata pada hal-hal kecil. Melihat tas kresek di jalan, botol aqua yang
menyumbat selokan, puntung rokok yang masih menyala, sebuah paku yang terserak
di lantai, dan lain-lain. Api kecil kita remehkan karena begitu hanya sepercik,
begitu membesar menjadi kebakaran, menyesal pun sudah terlambat.
Mulailah sesuatu yang besar dari yang paling kecil. Mulailah
sesuatu yang sulit dari yang paling mudah. Untuk itu, selalulah peka pada
hal-hal yang kecil, karena pada dasarnya tidak ada hal yang disebut kecil. Buka
mata untuk selalu melihat sekeliling. Buka telinga untuk selalu mendengarkan
dengan penuh perhatian. Dan buka hati untuk menangkap yang tidak kelihatan tapi
dapat dirasakan.
Semoga menginspirasi


No comments:
Post a Comment