28 Oct 2018

Jangan Sepelekan yang Kecil


Ada pepatah mengatakan Jangan sepelekan hal kecil, karena setiap hal besar hanya bisa dibangun dari kumpulan hal-hal kecil.
Marilah kita menyimak sebuah kisah yang menjadi perumpamaan betapa hal-hal yang kecil dan sepele bisa berarti jika kita bisa memahaminya.
Dikisahkan ada seorang pria diminta mengecat sebuah perahu. Ia pun mengecat perahu tersebut dengan warna yang sesuai dengan yang dipesan pemiliknya.
Saat mengecat perahu itu, pria itu menemukan sebuah lubang kecil di lambung perahu, kemudian ia menambalnya diam-diam. Begitu selesai mengecat, ia terima upahnya dan pergi.
Tak lama berselang, pemilik perahu menemui lagi pria tersebut dan memberinya cek yang nilainya sungguh fantastis. Di cek tersebut tertulis nominal puluhan juta rupiah. Baru sekali dalam seumur hidupnya pria itu memegang cek dengan jumlah nominal yang membuat tangannya gemetar.
Dengan suara yang bergetar, si tukang cat itu berkata kepada pemilik perahu yang tempo hari dia bekerja kepadanya, “Anda sudah membayar upah saya tuan.”
Maka si pemilik perahu berkata sembari tersenyum, “Tapi ini bukan upah untuk mengecat. Ini karena Anda sudah menambal satu lubang di lambung perahuku.”
"Ah! Itu kan cuma hal kecil. Itu tidak sebanding dengan nilai nominal uang di cek ini.” Jawab si tukang cek sembari menyodorkan cek tersebut. Dia berpikir si pemilik perahu itu sedang mempermainkan dirinya.
“Anda tidak perlu memberi saya uang sebanyak ini untuk pekerjaan sekecil itu".  Lanjut si tukang cat.
Si pemilik perahu kembali tersenyum dan berkata, "Mungkin anda tidak mengerti. Biar saya jelaskan.Saat saya minta anda mengecat kapal itu, saya lupa memberi tahu tentang lubang tersebut.  Ketika cat perahu sudah kering, anak-anak saya langsung pergi memancing dengan naik perahu itu.
Mereka tidak tahu tentang lubang itu. sementara saya tidak berada di rumah saat mereka pergi memancing. Ketika saya pulang dan menyadari mereka telah membawa perahu itu pergi, saya jadi sangat khawatir karena saya tahu jika perahu itu bocor. Saya membayangkan perahu itu tenggelam dengan anak-anak saya. Mereka tidak bisa berenang. Apalagi di lautan yang berombak seperti itu. Hati saya ketar ketir dan menangis membayangkannya. Saya segera berlari ke pantai.
Alangkah leganya saya ketika melihat mereka semua pulang dengan selamat. Lalu saya mendapati bahwa Anda telah menambal lambung kapal yang bocor itu. Anda telah menyelamatkan anak-anak saya! Yang sudah Anda lakukan bukan hal kecil. Perbuatan Anda telah menyelamatkan nyawa orang lain. Sesungguhnya saya tidak punya cukup uang untuk membayar kebaikan-mu itu.”
Ada pelajaran berharga dari kisah tersebut.
Pelajaran pertama, Teruslah menolong, meringankan beban orang lain dan perbaikilah setiap "lubang" yg anda temukan. Anda tidak akan pernah tahu kapan bantuan anda bermanfaat.
Pelajaran kedua, ketika kita memberikan kebaikan kepada orang lain, maka kita akan menerima kebaikan yang serupa, bahkan kita akan menerima balasan yang lebih baik lagi. Meskipun kebaikan itu hanyalah hal kecil dan sepele.
Disadari atau tidak, kita sering membiasakan diri memandang sebelah mata pada hal-hal kecil. Melihat tas kresek di jalan, botol aqua yang menyumbat selokan, puntung rokok yang masih menyala, sebuah paku yang terserak di lantai, dan lain-lain. Api kecil kita remehkan karena begitu hanya sepercik, begitu membesar menjadi kebakaran, menyesal pun sudah terlambat.
Mulailah sesuatu yang besar dari yang paling kecil. Mulailah sesuatu yang sulit dari yang paling mudah. Untuk itu, selalulah peka pada hal-hal yang kecil, karena pada dasarnya tidak ada hal yang disebut kecil. Buka mata untuk selalu melihat sekeliling. Buka telinga untuk selalu mendengarkan dengan penuh perhatian. Dan buka hati untuk menangkap yang tidak kelihatan tapi dapat dirasakan.
Semoga menginspirasi

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment