19 Nov 2015

ANAK ANGKATKU ANUGERAHKU

Sebut saja dia mak onah. Hidupnya sebatangkara setelah ia ditinggal mati suaminya belasan tahun yang lalu. Kedua anak kandungnya telah merantau ke kota Jakarta. Dan hal yang paling disesalkannya adalah kedua anak kandungnya itu jarang pulang ke kampong halamannya. Bahkan bias dikatakan tidak pernah pulang. Mak onah tidak pernah tahu bagaimana nasib kedua anaknya di kota.
Hari-harinya ia lalui dengan membesarkan anisah, anak yatim yang lima belas tahun lalu dibawa suaminya dari panti asuhan. Suaminya mengadopsi bayi itu. Anisah telah menjadi gadis remaja yang menjadi tumpuan harapan mak onah satu-satunya. Mak onah tidak rela jika anisah meninggalkannya sendiri. Ia tak mau hal itu terjadi sebelum ajal menjemputnya.
Anisah adalah gadis cerdas dan berprestasi, sejak bangku smp ia mendapatkan beasiswa karena prestasinya. Dan apa yang ditakutkan mak onah menjadi kenyataan ketika anisah mendapat beasiswa untuk kuliah di universitas luar negeri jurusan kedokteran spesialis jantung. Tentu saja mak onah bimbang. Ia bahagia anak angkatnya itu bias kuliah di negeri orang, di sisi lain ia merasa gelisah karena akan berpisah. Lain dari itu, ia tak ingin kehilangan anisah sebagaimna a telah kehilangan kedua anak kandungnya.
Anisah berusaha meyakinkan ibu angkatnya itu bahwa ia tidak akan melupakannya begitu saja, hingga perpisahan itu terjadi.
Allah benar-benar membuktikan kuasa dan anugerahnya akan kesabaran mak onah. Anisah pulang dan menjadi dokter di kampungnya. Tak hanya itu, anisah juga membuka klinik untuk masyarakat sekitar. Seiring dengan berjalannya waktu, klinik milik anisah berkembang menjadi rumah sakit swasta di kecamatan tersebut. Mak onah bahagia dengan kesuksesan anak angkatnya. Hal yang paling ia syukuri adalah ketika anisah menghajikan dirinya.  Tak terbayang sebelumnya bahwa ia bias bersimpuh di hadapan kabah dan berdoa di multazam. Di sana ia berdoa untuk almarhum suaminya dan kedua anak kandungnya, semoga anak kandungnya bias pulang atau setidaknya diketahui keberadaannya.

Terimakasih kepada Dede Abdurrahman atas kisahnya
Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment