Ini adalah liburan yang paling sempurna yang pernah
kurasakan. Semilir angin laut mempermainkan beberapa lembar anak rambut yang
jatuh di dahi dan di pipiku. Aku berusaha melarikan diri dari kesibukan di
kantor konsultan analis dengan mengambil cuti selama sepekan. Dan aku harap itu
lebih dari cukup untuk bisa menyegarkan kembali tubuh dan pikiranku.
Aku berusaha menikmati sinar mentari yang jatuh di kulitku dan
meninggalkan rasa hangat yang nyaman disertai dengan semilir angin yang
membelai. Semua keramaian di sekitarku tidak pernah membuatku terganggu, tapi
justru hal itu menyempurnakan nuansa hari liburku. Ini hari pertama aku
berjemur di tepi pantai.
Aku menoleh ke arah kiri untuk melihat kerumunan remaja yang
tengah bermain bola voly. Tapi tunggu, ada seorang pria -bertubuh atletis dan
berparas lumayan tampan- yang menatapku dari sana. Ah, aku pikir hanya
perasaanku saja yang merasa ditatap oleh orang asing itu. Aku berusaha melihat
sekelilingku, berusaha menemukan seseorang atau benda apa pun yang menjadi
objek pengamatan si pria itu. Tapi aku tak menemukan hal apa pun yang
bersejajar dengan diriku, selain diriku sendiri. ada sebuah keranjang sampah
dan satu meja payung yang tidak berpenghuni. Apakah pria itu tertarik dengan
melihat kedua benda itu. Jelas-jelas pria itu menatapku dengan tatapan yang
menusuk.
Oh, setidaknya untuk beberapa detik setelahnya aku menyadari
bahwa itu bukan hanya sekedar tatapan tajam, tapi juga tatapan penuh hasrat dan
menggoda. Lihat, di tangan kanannya terdapat eskrim besar yang dia jilati
dengan begitu santai, dan mata itu menatapku. Tidak salah lagi, dia menatapku
dengan tatapan jalang seorang pria mata keranjang.
Aku berusaha mengenyahkan pikiran burukku dan sepertinya
pria itu hanya menatap sesuatu. Tapi semakin aku mengabaikannya, semakin aku
merasa tidak nyaman. Lihatlah, pria itu tidak bisa melepaskan tatapannya. Dia terus
menerus menatap mataku.
Aku kembali menatap diriku dari bawah. Apakah ada yang salah
dengan pakaianku? Atau pria itu menimbang-nimbang untuk mendekatiku? Butuh berapa
belas menit dia menatapku seperti ini.
Aku berharap pria tak tahu diri itu berhenti menatapku. Sementara
aku berusaha menyibukan diri dengan iphone yang ada dalam genggamanku. Beberapa
detik kemudian aku menangkap dengan ekor mataku bahwa pria itu bergerak dari
tempatnya. Nampaknya eksrim yang dia jilati sudah tandas dengan sempurna. Kemudian
tangan kanannya menurunkan kacamata hitam yang bertengger di ubun-ubunnya dan
meraih sesuatu dari saku belakang celana jeans pendeknya.
Hmm…sebuah tongkat kecil. Tiba-tiba saja aku mengingat tongkat
sihir harry potter. Dan sebelum aku sempurna berpikir tentang apa yang akan
pria itu lakukan. Aku melihat ‘tongkat pendek itu memanjang. Oh, itu bukan
sihir, tapi itu tongkat lipat. Dan, ya Tuhan…aku baru menyadari bahwa pria itu
adalah pria buta. dia berkacamata hitam dan mencoba berjalan dengan meraba-raba
memakai tongkat tersebut.
Aku menepuk dahiku. Betapa naifnya aku. Jelas laki-laki itu
tidak bisa melihat dan dia menatap lurus ke arahku tanpa pernah tahu aku ada di
sini. Aku jadi malu sendiri.
Terinspirasi dari video youtube prank orang buta
No comments:
Post a Comment