3 Dec 2018

Filosofi Pohon Empat Musim



Dikisahkan ada seorang ayah  yang memiliki 4 orang anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda.

Anak ke 1 pada bulan januari, anak ke 2 pada bulan april, anak ke 3 pada bulan juli,  Anak ke 4 pada bulan oktober.
Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda.

Anak pertama berkata, “Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok.

Anak kedua berujar, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan’.

Anak ketiga menyatakan, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum”.

Anak keempat memungkas penjelasan, “Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum”.

Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya.

"Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”.

Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.”
Sahabat, pun dengan diri kita. seharusnya kita melihat mereka melalui proses hidup yang mereka jalani secara utuh. Dalam kehidupannya, seseorang memiliki sisi hitam dan putih, memiliki cerita suka dan duka dan memiliki sedih dan bahagia.

Masa kelam yang telah berlalu dari kehidupan seseorang tidak perlu kita ungkit kembali di masa sekarang. Karena kita tidak pernah tahu apakah orang yang bersangkutan sudah sadar dan bertaubat dari kelamnya masa lalu. Yang dikhawatirkan, kita mendapat dosa karena celaan kita, sementara dia mendapat pahala karena taubatnya dan celaan kita.

Cerita di atas juga mengajarkan kita arti penting optimisme.  Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan. Di saat itulah kita hendaknya tidak cepat menyalahkan dan menghakimi diri sendiri dengan kata-kata beracun yang mematikan harapan kita. kita mengatakan, ‘saya tidak mampu, saya tidak berbakat untuk sukses, takdir saya memang selalu sial,’ dan kata-kata semacamnya.

Ingatlah, kita berharga di mata Allah.  Tidak ada kata ‘sial’ bagi orang beriman selama dia memiliki kadar iman di dadanya. Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita.

Jika kita tidak bersabar ketika berada di Januari, maka kita akan kehilangan bulan April dan Juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan Oktober.
Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment