25 Nov 2018

[Kisah Inspiratif] Katakan Insya Alloh



Teman saya pernah berseloroh bahwa ungkapan ‘insya Alloh’ telah berubah fungsi sebagai ungkapan untuk menyatakan ‘tidak’ dalam bentuk yang halus dan sopan. Padahal, ‘insya Alloh’ adalah ungkapan yang bisa dikatakan berarti ‘Ya, jika Alloh subhanahu wata'ala menghendaki.’

Jelas bahwa menyatakan ‘Insya Alloh’ untuk menipu orang lain dengan maksud mengingkari janji atau menganggapnya sebagai pengganti kata ‘tidak’ dalam bentuk yang lebih halus adalah pelecehan dan perendahan terhadap kalimat itu sendiri.

Ungkapan ‘Insya Alloh’ adalah sebagai bentuk keimanan yang kokoh dari seorang hamba kepada Alloh subhanahu wata'ala. Bahwa dia yakin hanya Alloh subhanahu wata'ala yang berkehendak dan sebagai pengendali semua sisi kehidupannya. Bolehkah kita berencana, tetapi Alloh yang memutuskannya. Bolehlah kita berikhtiar, tapi Alloh yang menjadikannya terjadi. Maka katakanlah Insya Alloh, ‘Jika Alloh mengendaki.

Hal inilah yang Allah subhanahu wata'ala firmankan di dalam quran surat al-Kahfi ayat 23 dan 24,

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,

kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".

Ada kisah menarik yang bisa kita simak perihal pentingnya mengucapkan insya Alloh ketika hendak berencana mengerjakan suatu pekerjaan.

Suatu ketika dijumpai seseorang yang hendak pergi ke pasar untuk membeli keledai sebagai tunggangan. Maka dia berkata kepada istrinya, “Besok aku akan pergi ke pasar untuk membeli keledai baru yang lebih kuat untuk dijadikan tunggangan kita.”

Maka istrinya berkomentar, “Katakan Insya Alloh.”

Suami berkata dengan nada mencibir, “Kenapa harus mengatakan insya Alloh? Uang ada di saku bajuku, dan keledai pun sudah ada di pasar.”

Kemudian keesokan harinya, lelaki itu pun berangkat ke pasar untuk membeli keledai baru. Dan di tengah perjalanan ia melewati sumur. Lelaki itu menengok ke dalam sumur dan melihat apakah ada air yang bisa dia ambil dari dalam sumur. Ketika itulah kantong uang yang dia simpan di saku bajunya jatuh ke dalam sumur.

Maka ia segera melepaskan bajunya dan segera turun ke dalam sumur untuk mengambil uang yang terjatuh. Namun ia gagal menemukan uang tersebut.

Dan dalam waktu bersamaan, baju yang ia taruh di samping sumur diambil kabur oleh seorang pencuri.  Dalam kondisi apes, ia pun pulang ke rumah dengan tanpa berpakaian.

Sesampainya di depan rumah, ia mengetuk pintu.

Sang istri pun bertanya : " Siapa itu yang diluar?"

Sang suami berkata : " Saya,  bukalah pintunya.. Insya' Allah"

Nah, terlepas kisah ini nyata atau fiktif, setidaknya ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa Insya Alloh itu adalah ungkapan yang penting untuk kita katakan kapankun ketika kita merencanakan. Karena hanya Alloh sebagai pemutus semua perkara dalam kehidupan kita.

Ada satu lagi kisah menarik yang saya dapatkan dari seorang jamaah haji indonesia. Dia bercerita tentang keberpisahan dengan istrinya pada hari pertama di Makkah. Setelah dirunut ada satu kesalahan yang diucapkan istrinya menjelang keberangkatannya. Saat itu ia bertanya, "Dik, ingat ya nanti kalau di tanah suci jangan misah-misah!" Istrinya yang merasa yakin tidak akan berpisah langsung menyahut, "Ya ndak mungkinlah, Mas." Baru turun dari bus di waktu subuh di Masjidil Haram pada hari pertama, ia langsung berpencar dan baru bertemu kembali pada jam sembilan malam.

Ada diantara kita yang mungkin terlalu optimis, jika tidak boleh dikatakan sebagai bentuk sombong dengan usahanya sendiri. ia lupa jika Alloh subhanahu wata'ala tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Islam mengajarkan bahwa setelah Menciptakan, Allah subhanahu wata'ala tidak lantas membiarkan semuanya berjalan tanpa kendali.

Dengan doa hamba-Nya, Allah akan tetap mengatur dan mengabulkannya. Hal ini tentu saja berbeda dengan model pemikiran orang atheis dan orang sekuler yang meyakini bahwa apa yang dilakukan manusia di dunia ini tidak ada campur tangan Tuhan.

Ungkapan "insya Allah" adalah tanda seseorang itu beriman dengan keberadaan Allah subhanahu wata'ala sebagai Tuhan Pengatur semua sisi kehidupannya. Insya Alloh adalah simbol bahwa manusia itu lemah di hadapan-Nya. Sekuat dan semaksimal apa pun usaha manusia, jika Allah tidak menghendaki, hal itu tidak akan terjadi.

Tetaplah berdoa, berikhtiar dan bertawakal serta mengharap kebaikan.

Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment