22 Mar 2016

Rasulullah dan Tangisan Gadis Kecil yang Yatim



Setiap hari raya idul fitri, usai salat id, rasulullah berkunjung dari rumah ke rumah untuk bersilaturahim. Semua riang gembira setelah melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh. Anak-anak juga gembira dan bermain di sepanjang jalan yang dilewati rasulullah saw.  Pakaian mereka tampak bagus dan baru.
Namun di sudut jalan rasulullah saw melihat seorang bocah perempuan yang menutup wajahnya dan menangis sedih. Pakaian dan alas kakinya tampak lusuh. Rasulullah pun menghampiri gadis kecil itu.
“mengapa kau menangis nak? Bukankah ini hari raya?” Tanya rasulullah dengan lembut.
Anak itu terkejut karena ada orang yang bertanya kepadanya. Di sela tangisnya ia bercerita,” hari ini anak-anak lain bergembira karena bias merayakan hari raya bersama dengan kedua orang tuanya. Saya jadi teringat kepada ayah saya. Dulu ayah saya selalu member baju dan sepatu baru di setiap hari raya. Tapi ayah gugur saat berperang bersama rasulullah. Karena itulah saya menangis.”
Mendengar penuturan gadis kecil itu rasulullah merasa iba. Dengan lembut beliau membelai kepalanya dengan berkata,”anakku, hapuslah air matamu. Maukah kau bila rasulullah menjadi ayahmu, aisyah menjadi ibumu dan Fatimah menjadi kakakmu? Bagaimana?’
Anak itu memandang rasulullah. Tak percaya jika yang dihadapannya itu adalah rasulullah saw. Kata-kata rasulullah sungguh menenangkannya. Ia mengangguk dan menyambut uluran tangan rasulullah saw. Rasulullah menggandengnya menuju rumah.
Fatimah kemudian membersihkan badan si bocah menyisir rambutnya serta memakaikan kepadanya pakaian dan sandal baru. Anak itu sekarang bias tersenyum. Ia bias bergembira dan bermain dengan anak-anak lainnya yang merasa iri karena ia bias menjadi anak angkat rasulullah saw.
Husni
Husni

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment