Yang perlu diketahui oleh para guru adalah semua sifat yang
bisa memberi mereka pengarahan kepada sikap yang positif yang harus mereka
terapkan dan sikap-sikap negatif yang tidak selayaknya diaplikasikan dalam
proses belajar mengajar antara dirinya dan murid-muridnya.
Dalam tulisan yang singkat ini –insya allah- akan dipaparkan
kode etik seorang guru yang disarikan dari buku “Menjadi Guru yang Sukses dan
Perpengaruh” karangan DR. Muhammad Abdullah Ad-Duweys, seorang pengajar dari
arab saudi yang telah berkecimpung di dunia pendidikan selama belasan tahun
lamanya.
Kode etik guru selayaknya bisa diterapkan dalam sistem
pengajaran yang berbasis pada perbaikan karakter berlandaskan tarbiyah
islamiyah.
Berikut kode etik seorang guru;
a.
Ikhlas hanya kepada Allah
Hendaknya seorang guru meluruskan niat
dalam mengajar. Tidak ada tujuan lain selain untuk mengadakan perbaikan
terhadap kondisi umat. Memupuk keimanan dan ketakwaan terhadap peserta didik
dan menunaikan semua kewajibannya dengan sungguh-sungguh mengaharap keridhoan
allah semata.
b.
Mendorong dan memacu murid untuk giat dalam
mencari ilmu.
Imam nawawi berkata,”hendaknya guru
mendorong muridnya untuk mencintai ilmu, mengingatkannya terhadap keutamaan
ulama, dan bahwa mereka adalah pewaris para nabi alaihi salam, dan di dunia ini
tidak ada derajat yang lebih tinggi darinya.”[1]
c.
Menjadi teladan bagi para peserta didiknya
-
Berpenampilan baik
-
Berbicara dengan baik
Sudah selayaknya dan seharusnya kata-kata yang keluar dari mulut seorang
ahli ilmu (guru) adalah kata-kata positif yang membangun dan mencerahkan umat.
Karena lisan adalah barometer penilaian dari kepribadian seseorang.
-
Berkepribadian matang dan terkontrol
-
Memberi teladan yang baik
Imam syafi’i mewasiatkan kepada para pendidik anak-anak khalifah Harun
Ar-Rasyid,’mulailah dalam mendidik anak-anak amirul mukminin dengan mendidik
dirimu sendiri. Karena mata mereka tertambat pada matamu. Baik bagi mereka
adalah apa yang kamu anggap baik. Buruk bagi mereka adalah apa yang kamu anggap
buruk dan kamu benci.”
d.
Berperan dalam memperbaiki sistem pengajaran
Jika seorang guru yang memiliki pemikiran
yang baik. Dalam artian dia sadar akan tanggung jawab dan amanah yang ia emban
di hadapan umat, maka ia akan dengan giat dan aktif memberikan saran yang
membangun demi kelangsungan proses pendidikan dan mengoreksi kekurangan dari
birokrasi pendidikan dimana ia bernaung.
e.
Bergaul dengan baik terhadap peserta didik
-
Menghormati dan menghargai peserta didik
-
Memuji murid yang berbuat baik
-
Berperilaku adil diantara peserta didik
-
-proporsional dalam mengoreksi kesalahan
f.
Tawadhu
g.
Memperhatikan murid unggul
Selain hal-hal yang telah dipaparkan di
atas, selayaknya kita tahu hal-hal yang mesti dihindari oleh seorang guru dalam
proses belajar mengajar. Diantara sikap negatif yang harus dihindari adalah;
1.
Mneyombongkan diri dengan tidak menerima
kebenaran
2.
Hadad kepada murid
3.
Fatwa tanpa ilmu
....dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui (QS. Al-A’raaf: 33)
“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggungjawabannya (QS. Al-Isra: 36)
Ibnu mas’ud ra, berkata,”wahai manusia, barangsiapa yang mengetahui
hendaknya ia menyampaikan. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaknya ia
mengatakan,’saya tidak mengetahui’. Karena termasuk ilmu adalah ucapan ‘saya
tidak tahu’ untuk perkara yang ia tidak tahu.
4.
Banyak bergurau
5.
Memanfaatkan anak didik untuk urusan pribadi
6.
Berada di tempat yang tidak pantas
7.
Emosional dan mudah mengancam
8.
Mengejek dan merendahkan murid
9.
Menggunjing murid
10.
Membuat murid bosan
11.
Mengajar di luar batas kamampuan murid
12.
Menjelek-jelekan guru lain dan pelajarannya
Imam
Gazali berkata,” sesungguhnya guru yang bertanggung jawab terhadap sebagian
ilmu, hendaknya tidak menjelek-jelekan ilmu lainnya di depan murid. Seperti
guru bahasa yang mencela fiqih, atau guru ilmu fiqih mencela ilmu hadits atau
tafsir.[2]


No comments:
Post a Comment