Kata perempuan memiliki berbagai arti sesuai dengan kata
yang merangkainya. Bisa bermakna baik atau bahkan sebaliknya. Begitu pun wujudnya sebagai sosok manusia .
bisa jadi ia menjadi wanita yang baik atau wanita yang jelek tergantung dari
akhlak dan polah yang ia kerjakan dalam kehidupannya. Sementara akhlak adalah
cermin dari nilai iman yang tertanam di dalam hati.
Ibnu masud mengatakan,” sesungguhnya jiwa manusia itu
mempunyai saat dimana ia ingin beribadah dan ada saat dimana ia enggan
beribadah.” Diantara dua keadaan itulah roda kehidupan berjalan. Dan diantara
dua keadaan itu pula nasib manusia ditentukan. Dalam arti lain, semakin
seseorang berada dalam iman yang rendah, semakin besar kemungkinan dalam
kondiri tersebut ia mengakhiri hidupnya. Demikian sebaliknya, jika seseorang
semakin sering berada dalam kondisi keimanan yang kokoh maka semakin besar
peluang akhir hidupnya berahir dalam kebaikan.
Sebenarnya, perempuan itu punya potensi yang sama dengan
laki-laki dalam mencapai kemuliaan di sisi-Nya, seperti kuat imannya, konsisten
dalam kebenaran, patuh pada allah, sabar dan tangguh. Pertanyaannya, bagaimana
cara kaum perempuan mewujudkan pribadi yang mumpuni dalam kebaikan dan tangguh
dalam kehidupannya>?
Pribadi pantang menyerah adalah sebutan untuk pribadi yang
tahan banting terhadap segala ujian hidup yang menerpanya. Ketawalakan menjadi
landasan utama yang menyebabkan sadar akan takdir dan hikmah yang ada dibalik
kekuasaan allah terhadap kehidupannya.
Pribadi yang tangguh tidak akan terlepas dari sikap penuh
syukur . dalam kondisi ia mendapat anugerah dan berkah atau dalam mendapatkan
ujian, rasa syukur dan sabar selalu berjalan beriringan.
Pribadi pantang menyerah dan tangguh tidak semata-mata dilihat dari segi fisik saja. Melainkan harus
dilihat dari sifat positifnya dalam mengarungi medan kehidupan dan sikap dewasa
yang ditunjukannya. Jiwa kuat terlahir dari mental yang kuat. Sementara mental
kuat timbul dari keimanan yang kokoh dan teruji.
Dengan demikian, seseorang sukses, karena ia punya keinginan
untuk sukses. Sebaliknya, seseorang menjadi lemah, karena pada dasarnya
mentalnya lemah dan keimanannya meredup atau hilang sama sekali.
Menjadi perempuan tangguh adalah keniscayaan. Yang menjadi
cataa n penting, untuk menjadi perempuan tangguh, seeseorang tidak harus keluar
dari sifat-sifat dasarnya yaitu lemah
lebut, penyayang dan sebagainya. Ia tidak harus menjadi pribadi maskulin dan
seperti laki-laki. Ketangguhan demikian justru akan tercerabut dari nilai
esensi ketangguhan dan keimanan yang suseungguhnya.
Perempuan yang tangguh dalam kehidupan adalah perempuan yang
selalu percaya diri, berpikir positif, inofativ dan tertanam sikap untuk dekat
dengan rabb-nya. So, siap menjadi perempuan tangguh?


No comments:
Post a Comment