Kristenisasi atau yang biasa disebut istilah zending pada
masa zaman penjajahan belanda dahulu adalah agenda paling penting bagi para
misionaris mereka. Mereka berharap bahwa ummat kristen akan bertambah secara
kuantitas dengan adanya penyebaran agama kristen terhadap ummat agama lainnya,
termasuk islam di dalamnya.
Walau pun kristenisasi begitu gencar terjadi di berbagai
negara- terutama di kantong-kantong negara muslim miskin- kita tak bisa
memungkiri bahwa sistem “dakwah” dan rekrutmen mereka sangatlah rapuh.
Bagaimana tidak rapuh, mereka dianalogikan seperti seseorang yang membangun
pondasi untuk rumah mereka, padahal satu pondasi dari rumah yang lama belum
mereka selesaikan. Kenapa saya bisa katakan seperti itu? Analogi itu timbul
dari keheranan saya sendiri. Banyak misionaris yang mengadakan pengarahan
bagaimana metode dan trik kristenisasi di negara-negara muslim, sementara
mereka melupakan ummat kristen itu sendiri. Banyak ummat kristen sendiri yang
jauh dari ajaran agamanya.
Dr. Khalid Na’im, seorang penulis mesir pernah mengatakan
dalam bukunya yang berjudul Organisasi
Islam Menghadapi Kristenisasi;”tetapi saya juga merasa heran dengan
aktifitas misionaris yang luar biasa. Mereka dengan gigih mengadakan konferensi
untuk bertujuan merngkristenkan dunia islam. Tetapi mereka tidak mengadakan
konferensi pengkristenan kaum barat nasrani yang sudah enggan dengan agamanya
sendiri.”
Tentunya pernyataan Dr. Khalid na’im itu bukan isapan jempol
semata. Semangat beragama kaum nasrani barat memang berada pada taraf yang
sangat mengkhawatirkan bagi para pemuka agama mereka sendiri. Dari tahun ke
tahun, gereja kehilangan para jemaatnya. Sehingga tak sedikit gereja-gereja
yang dijual dan dilelang karena sepi dari jemaatnya. selain itu, dengan semakin
jauhnya mereka dari ajaran kristen, banyak yang memilih menjadi seorang yang
atheis. Tentunya sudah tidak aneh kita menemukan orang-orang yang atheis di
amerika dan eropa. (baca setelah bom paris, uskup ini lebih memilih menjadi
atheis; bersamadakwah.net)
fakta baru juga terungkap dari daratan afrika. bahwa
kebanyakan orang-orang yang berhasil dikristenkan adalah dari penganut paham
paganisme dan animisme yang mengakui kekuatan roh dan nenek moyang. Orang-orang yang mengakui mistisme kuno warisan mereka.
Adapun pengkristenan umat muslim afrika bisa dikatakan kurang memuaskan kalau
tidak bisa dibilang gagal. Ternyata ummat muslim sangatlah kuat memegang teguh
agama mereka.
Walau pun begitu, kita tetap harus waspada dengan sepak
terjang kaum misionaris yang tetap memikirkan usaha mereka dalam menukar akidah
kita. Hal ini juga telah diwanti-wanti belasan abad yang lalu.
Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang
terhadapmu sampai kalian mengikuti agama mereka...(QS. Al-baqoroh: 120)
Wallahu a’lam bisawab.
No comments:
Post a Comment